Agen Bola Sbobet

Tinggi Muka Air di Bendungan Jatiluhur Terkini (Januari 2014)

Banjir 2014 - Tinggi Muka Air di Bendungan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta Terkini (Januari 2014). Kendati curah hujan yang turun di sejumlah daerah mulai meningkat, namun tak berpengaruh pada peningkatan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Jatiluhur. Bahkan, volume air waduk itu masih tetap di bawah ambang batas normal.

Hingga Jumat (17/1/2014), TMA Jatiluhur tercatat mencapai 101,69 mdpl. Dengan kata lain, ketinggian air masih menyisakan selisih 5,3 meter untuk menyentuh level kritis yakni 107 mdpl.

Direktur Pengelolaan Air PJT II Jatiluhur, Harry M Sungguh mengatakan, hujan yang turun beberapa hari terkahir ini belum berdampak signifikan pada kenaikan TMA. Menurut dia, pemicu kenaikan TMA yang utama sebenarnya bukan curah hujan. Melainkan, air yang masuk dari wilayah hulu yaitu Waduk Saguling dan Cirata.

“Curah hujan bukan menjadi satu-satunya indikator kenaikan TMA. Jadi, meskipun curah hujan di wilayah Purwakarta cukup tinggi, namun jika tidak dibarengi tingginya air yang masuk dari hulu maka TMA tidak akan ada kenaikan. Sebaliknya, curah hujan rendah tapi air yang masuk tinggi, bisa mendongkrak kenaikan TMA,” ujar Harry, Jumat (17/1/2014).

Dengan kata lain, peningkatan TMA juga perlu ditunjang dari kebaikan Saguling dan Cirata. Mengingat, Waduk Jatiluhur sangat tergantung pada air yang digelontorkan oleh dua waduk itu. Adapun debit air yang masuk ke Waduk Jatiluhur dengan air keluar, saat ini masih berbanding lurus. Sehingga, tak berpengaruh signifikasi terhadap volume air di Waduk Jatiluhur.

“Jadi kami tegaskan, TMA Waduk Jatiluhur sampai hari ini masih dalam batas aman (normal),” tegas dia.

Harry menambahkan, sebenarnya tak ada perlakuan berlebihan menyikapi tingginya curah hujan dalam beberapa hari terahkir ini. Termasuk, soal pendistribusian air ke hilir. Justru, air yang digelontorkan ke hilir saat ini relatif kecil. Yakni, mencapai 184 meter kubik/detik.

“Saat kondisi normal, atau pada saat 6 turbin seluruhnya beroperasi, air yang digelontorkan ini bisa mencapai 210 meter kubik per detik. Tapi, saat ini air yang keluar Waduk Jatiluhur masih dalam batas normal,” pungkasnya.