Banjir 2014 - Berita Banjir di Kabupaten Cianjur Januari 2014. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan kewaspadaan di sejumlah wilayah rawan bencana menyusul tingginya intensitas curah hujan sejak Minggu (21/7/2013) siang hingga Senin (22/7/2013). Potensi bencana yang diwaspadai adalah banjir bandang dan longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Ahyad Supardi mengatakan, wilayah yang diwaspadai berpotensi banjir bersamaan tingginya intensitas curah hujan dua hari ini berada di Kecamatan Cilaku, Cipanas, serta Mande. Wilayah itu, menurut Ahyad, merupakan aliran sungai dari daerah hulu.
"Iya memang sejak kemarin (Minggu) hujan terus mengguyur hingga hari ini (kemarin). Tapi kita belum menerima laporan kejadian bencana alam. Mudah-mudahan saja tidak ada bencana alam apapun. Tapi tetap kita mewaspadai potensi-potensi bencana alam, baik banjir bandang maupun longsor," kata Ahyad saat dihubungi INILAH.COM melalui telepon selulernya, Senin (22/7/2013).
Selain potensi banjir bandang, menurut Ahyad, yang juga diwaspadai adalah kerawanan longsor. Dari beberapa wilayah yang diwaspadai, di antaranya berada di Kecamatan Campaka.
"Ada wilayah desa di Kecamatan Campaka yang beberapa waktu lalu sempat mengalami pergeseran tanah. Kita waspadai potensinya karena dikhawatirkan terjadi longsor," ujarnya.
Pihaknya, kata Ahyad, sudah sering mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar selalu waspada. Terlebih tidak terlena tinggal di daerah-daerah rawan bencana karena sewaktu-waktu bisa saja mengancam keselamatan.
"Kita juga sebetulnya melibatkan masyarakat untuk ikut mengantisipasi bencana alam. Caranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat cara mengantisipasi kebencanaan," terangnya.
Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Ahyad Supardi mengatakan, wilayah yang diwaspadai berpotensi banjir bersamaan tingginya intensitas curah hujan dua hari ini berada di Kecamatan Cilaku, Cipanas, serta Mande. Wilayah itu, menurut Ahyad, merupakan aliran sungai dari daerah hulu.
"Iya memang sejak kemarin (Minggu) hujan terus mengguyur hingga hari ini (kemarin). Tapi kita belum menerima laporan kejadian bencana alam. Mudah-mudahan saja tidak ada bencana alam apapun. Tapi tetap kita mewaspadai potensi-potensi bencana alam, baik banjir bandang maupun longsor," kata Ahyad saat dihubungi INILAH.COM melalui telepon selulernya, Senin (22/7/2013).
Selain potensi banjir bandang, menurut Ahyad, yang juga diwaspadai adalah kerawanan longsor. Dari beberapa wilayah yang diwaspadai, di antaranya berada di Kecamatan Campaka.
"Ada wilayah desa di Kecamatan Campaka yang beberapa waktu lalu sempat mengalami pergeseran tanah. Kita waspadai potensinya karena dikhawatirkan terjadi longsor," ujarnya.
Pihaknya, kata Ahyad, sudah sering mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar selalu waspada. Terlebih tidak terlena tinggal di daerah-daerah rawan bencana karena sewaktu-waktu bisa saja mengancam keselamatan.
"Kita juga sebetulnya melibatkan masyarakat untuk ikut mengantisipasi bencana alam. Caranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat cara mengantisipasi kebencanaan," terangnya.

