Banjir 2014 - Banjir di Bulak Kapal Permai Tambun Bekasi. Tanggul di kali Perumahan Bulak Kapal Permai, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi jebol. Akibatnya, ribuan rumah di perumahan tersebut terendam banjir.
"Jebolnya menjelang tengah malam kemarin," kata Ketua RT 13 RW 14, Buyung di lokasi jebolnya tanggul, Sabtu (18/01).
Menurut Buyung, banyak warga yang tak mengetahui jebolnya tanggul sepanjang 20 meter tersebut. Akibatnya, warga dibuat terkejut dengan datangnya air secara tiba-tiba tersebut.
"Warga banyak yang tidur, jadi pada kaget semua," ujar dia.
Buyung menambahkan, tanggul jebol karena tak kuat menahan derasnya arus di kali selebar tiga meter tersebut. Informasi yang dihimpun pihaknya, debit air naik karena kiriman dari Kali di Jatimulya. "Di sana pintunya dibuka," ujar dia.
Rani (50), warga yang tinggal persis di depan tanggul mengaku kaget saat tanggul tersebut jebol. Secara mendadak gemuruh air dengan arus kencang menabrak rumahnya. "Banyak barang yang tidak dapat diselamatkan," kata dia.
Pantauan di lapangan, warga secara swadaya menanggulanginya dengan membuat tanggul darurat berupa karung berisi pasir. Namun, logistik kesulitan masuk karena akses penuh dengan air. Ketinggian rata-rata sepinggang orang dewasa.
"Jebolnya menjelang tengah malam kemarin," kata Ketua RT 13 RW 14, Buyung di lokasi jebolnya tanggul, Sabtu (18/01).
Menurut Buyung, banyak warga yang tak mengetahui jebolnya tanggul sepanjang 20 meter tersebut. Akibatnya, warga dibuat terkejut dengan datangnya air secara tiba-tiba tersebut.
"Warga banyak yang tidur, jadi pada kaget semua," ujar dia.
Buyung menambahkan, tanggul jebol karena tak kuat menahan derasnya arus di kali selebar tiga meter tersebut. Informasi yang dihimpun pihaknya, debit air naik karena kiriman dari Kali di Jatimulya. "Di sana pintunya dibuka," ujar dia.
Rani (50), warga yang tinggal persis di depan tanggul mengaku kaget saat tanggul tersebut jebol. Secara mendadak gemuruh air dengan arus kencang menabrak rumahnya. "Banyak barang yang tidak dapat diselamatkan," kata dia.
Pantauan di lapangan, warga secara swadaya menanggulanginya dengan membuat tanggul darurat berupa karung berisi pasir. Namun, logistik kesulitan masuk karena akses penuh dengan air. Ketinggian rata-rata sepinggang orang dewasa.

