Banjir 2014 - Banjir di Kabupaten Indramayu Januari 2014. Ribuan rumah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terendam banjir akibat luapan sungai Bugel setelah diguyur hujan deras.
Aryanto, warga Desa Bugel, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Sabtu (18/1), mengatakan hujan deras terus mengguyur sejak Jum'at (17/1), sehingga air sungai Bugel meluap dan merendam ribuan rumah penduduk.
Ia menjelaskan sepanjang sungai Bugel merupakan permukiman padat penduduk, sekitar empat desa terendam banjir.
"Desa yang rawan terendam banjir yakni di Desa Sukahaji, Desa Limpas, Desa Patrol dan Desa Bugel, Kecamatan Patrol," ungkapnya.
Sementara itu Fardianto warga lain di Sukahaji mengaku akibat hujan deras sungai Bugel tidak mampu menampung kiriman air dari hulu, sehingga empat desa terendam banjir.
Diperkirakan jika hujan terus mengguyur, kata dia, air sulit surut akibat pertemuan di muara terhambat air pasang lau.
"Meski sering di bersihkan dan dikeruk, sungai Bugel cepat dangkal akibat abrasi dari hulu, saat curah hujan tinggi sudah menjadi langganan banjir," imbuhnya.
Ia menuturkan ketinggian air sepanjang bantaran sungai bisa mencapai dua meter, cukup membahayakan warga setempat, sedangkan di permukiman Sukahaji sekitar 1,5 meter.
Aryanto, warga Desa Bugel, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Sabtu (18/1), mengatakan hujan deras terus mengguyur sejak Jum'at (17/1), sehingga air sungai Bugel meluap dan merendam ribuan rumah penduduk.
Ia menjelaskan sepanjang sungai Bugel merupakan permukiman padat penduduk, sekitar empat desa terendam banjir.
"Desa yang rawan terendam banjir yakni di Desa Sukahaji, Desa Limpas, Desa Patrol dan Desa Bugel, Kecamatan Patrol," ungkapnya.
Sementara itu Fardianto warga lain di Sukahaji mengaku akibat hujan deras sungai Bugel tidak mampu menampung kiriman air dari hulu, sehingga empat desa terendam banjir.
Diperkirakan jika hujan terus mengguyur, kata dia, air sulit surut akibat pertemuan di muara terhambat air pasang lau.
"Meski sering di bersihkan dan dikeruk, sungai Bugel cepat dangkal akibat abrasi dari hulu, saat curah hujan tinggi sudah menjadi langganan banjir," imbuhnya.
Ia menuturkan ketinggian air sepanjang bantaran sungai bisa mencapai dua meter, cukup membahayakan warga setempat, sedangkan di permukiman Sukahaji sekitar 1,5 meter.

