Agen Bola Sbobet

Wilayah Lokasi Banjir di Karawang Januari 2014

Banjir 2014 - Wilayah Lokasi Banjir di Karawang Januari 2014. Ribuan rumah warga dan ribuan hektare sawah, serta tambak di 13 kecamatan di Kabupaten Karawang kembali diterjang banjir, Sabtu (18/1). Genangan air bahkan lebih luas dari banjir yang melanda wilayah tersebut empat hari sebelumnya.

Kondisi terparah terjadi di Desa Cilamaya dan Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Di daerah itu aktivitas ekonomi warga nyaris lumpuh.

Banjir tidak hanya menggenangi rumah penduduk tetapi juga merendam semua bagian Pasar Cilamaya, berikut toko-toko yang ada di sekitarnya. Akibat hal tersebut aktivitas jual beli terhenti total.

Banjir yang berasal dari luapan Sungai Cilamaya tersebut telah menutup akses jalan menuju ke Kecamatan Blanakan Subang. Sejumlah kendaraan yang nekad menerobos genangan air banyak yang terjebak arus air dan mogok di tengah jalan.

Banjir besar juga dialami warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat dan Desa Sukamakmur, serta Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Timur. Padahal, dua hari silam banjir baru saja surut dari ketiga desa itu.

Saat ini, warga korban banjir sudah mengungsi ke tempat aman yang tidak terendam, termasuk di kantor desa, masjid, dan madrasah. Warga mulai mengungsi sejak Jumat malam, setelah luapan Sungai Cibeet merayap naik menggenangi rumah mereka.

Luapan air Cibeet saat berita ini disusun, Sabtu petang kemarin, semakin meluas, kerena menyatu dengan luapan Sungai Citarum. Bahkan genangan banjir mulai mengancam sejumlah komplek perumahan elite, seperti Perumahan Resinda dan Bintang Alam.

Warga perumahan tersebut sudah mulai mengungsi ke hotel-hotel yang barada di wilayah Karawang Kota. Sementara, warga korban banjir di Karangligar mulai menjerit kekurangan air bersih.

"Baru dua hari kami selesai beres-beres isi rumah yang sebelumnya diterjang banjir. Kini barang-barang itu kembali tergenang air," ujar Asep Saefulloh, warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar.

Menurut dia, warga sudah meninggalkan rumahnya masing-masing, sejak Jumat malam. Kini mereka tinggal di lokasi pengungsian.

Hanya saja, warga korban banjir semakin menderita, karena di tempat pengungsian tidak tersedia air bersih. Untuk keperluan mandi mereka terpaksa menggunakan air hujan yang ditampung sebelumnya

"Hingga kini belum ada yang peduli. PDAM yang diharapkan mampu menyuplai air belum terlihat perhatiannya," ujar Asep.

Dikatakan, pihak Kawasan Industri International Citty (KIIC) sempat hendak mengirim bantuan air bersih, namun dibatalkan karena di lokasi pengungsian tidak tersedia bak penampung air.