Agen Bola Sbobet

Pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi Untuk Solusi Banjir Jakarta

Banjir 2014 - Waduk Ciawi dan Sukamahi Untuk Solusi Banjir Jakarta. Rapat koordinasi antara pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten di Bendung Katulampa akhirnya menyepakati tiga poin besar dalam mengatasi masalah banjir di ibu kota. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, M Hasan mengatakan ada tiga komitmen yakni melanjutkan atau mempercepat pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan.

"Kemudian kita juga sepakat memprioritaskan penanganan banjir kepada wilayah-wilayah yang rawan banjir, di antaranya Kampung Pulo dan Kalibata, Jakarta. Dan terakhir adalah penambahan infrastruktur," ujar M Hasan dalam keterangan persnya usai rapat dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dan sejumlah kepala daerah kota/kabupaten Bogor, Depok, Bekasi.

Ia mengatakan, untuk komitmen terakhir yakni penambahan infrastruktur. Dalam rapat tersebut menyepakati pembangunan dua waduk Ciawi dan Sukamahi dan satu sodetan berupa terowongan. "Untuk pembangunan waduk dahulu hanya satu lokasi yakni di Ciawi, tapi setelah dikaji kembali akhirnya kita menyepakati untuk di split menjadi dua. Karena kalau hanya satu waduk di Ciawi itu terlalu besar terhadap daya dukung fondasi tanah di bawahnya," ungkapnya.

Menurutnya, untuk pembangunan dua waduk itu akan mulai dilaksanakan pada awal 2015. "Tahun ini sedang dibahas detail engineering design (DED) nya dan pembebasan tanah. Sedangkan pelaksanaan pembangunan fisik waduknya akan dilaksanakan di awal 2015," tandasnya.

Selanjutnya, dari penjabaran tiga komitmen terakhir itu pihaknya sepakat untuk membenahi beberapa situ yang ada di daerah penyangga ibu kota seperti Bogor, Depok dan Tangerang. "Selama ini pembenahan situ itu adalah kewenangan pusat, nantinya akan kita serah pengelolaannya ke Pemkab/Pemkot yang ada di daerah penyangga ibu kota. Di Bogor sendiri ada 83 situ. Nantinya serah kelola itu akan diperkuat dengan Permen PU," katanya.

Kemudian terakhir adalah membuat terowongan kali Ciliwung ke Cisadane. "Desainnya bukan sebatas sodetan tapi akan berbentuk terowongan atau tunneling yang atasnya tidak diganggu dan itu panjangnya 1,2 km. Itu akan melimpahkan air dari Ciliwung ke Cisadane. Dengan menyalurkan air 200 meter kubik/detik, namun masih menunggu kesepakatan dengan Tangerang. Karena dalam rapat ini dari pihak Tangerang tidak hadir," katanya.